Dalam usaha untuk lebih mengenali potensi yang dimiliki otak manusia, telah banyak penelitian berkaitan dengan otak yang dilakukkan. Beberapa peneliti pun telah mampu untuk mengenali karakteristik dan potensi yang dimiliki oleh organ vital makhluk hidup ini.
Daniel Goleman, pencetus konsep Emotional Intelligence (Kecerdasan Emosional) melakukan pemetaan pada otak manusia. Ia menyimpulkan, manusia punya 2 otak, belahan kiri biasa disebut dengan otak kiri, bagian ini untuk merespon segala sesuatu informasi yang lebih bersifat rasional, logikal, analitik, numerik, linier dan verbal. Pendek kata otak kiri berfungsi sebagai otak pikir yang lebih ke urusan teknis. Yang belahan sebelah kanan disebut dengan otak kanan, bagian ini sarat dengan respon intuitif, holistik, reseptif, eksperimental, subyektif dan non verbal. Gampangnya otak kanan ini berfungsi sebagai otak emosional atau otak yang merasakan.
Tahun 1970, Paul McClean mulai memperkenalkan konsep Triune Theory yang mengacu pada proses evolusi tiga bagian otak manusia. Dalam hipotesisnya, McClean menyatakan bahwa otak manusia terdiri dari tiga bagian penting:
1. Otak Besar (neokorteks), memiliki fungsi utama untuk berbahasa, berfikir, belajar, memecahkan masalah, merencanakan, dan mencipta.
2. Otak Tengah (sistem limbik) berfungsi untuk berinteraksi sosial, emosional, dan ingatan jangka panjang.
3. Otak Kecil (otak reptil) berfungsi untuk bereaksi, naluriah, mengulang, mempertahankan diri dan ritualis.
Degenerasi Otak, Temuan Terbaru
Telah lama diyakini bahwa penurunan kemampuan fungsi otak mulai terjadi pada usia lanjut. Tapi penelitian terbaru menunjukkan, otak manusia sudah mengalami penyustan volume sejak usia 18 tahun.
Penelitian yang dilakukan di Sekolah Tinggi Teknik Rhein-Westfalen-RWTH Aachen menunjukan, mulai usia 18 tahun otak manusia sudah mengalami perubahan, volume otak mulai berkurang pada usia ini. Penelitian terhadap 51 relawan lelaki berusia antara 18 hingga 51 tahun menggunakan peralatan tomografi resonansi magnetik – MRT menunjukan fenomena tsb.
Para ilmuwan memang secara terarah hanya meneliti relawan lelaki. Karena diketahui terdapat perbedaan struktur otak pada lelaki dan perempuan. Pada monitor komputer terlihat citra otak para relawan. Tim peneliti yang dipimpin ahli saraf Prof.Katrin Amunts memiliki sasaran, dengan memilih relawan yang jenis kelaminnya sama, dapat diperbandingkan kondisi otak pada setiap tingkatan umur. Penelitian yang dilakukan Sekolah Tinggi Teknik RWTH Aachen bekerjasama dengan pusat riset ilmu pengetahuan Jülich, berhasil menemukan data terbaru yang menarik.
Dengan itu, para peneliti berhasil menemukan sebuah mata rantai yang masih hilang dalam penelitian otak. Penyebabnya, walaupun sejauh ini sudah banyak pengetahuan mengenai proses degenerasi otak manusia, namun belum diketahui bagaimana perkembangan otak pada remaja yang baru meningkat dewasa.
Untuk sekedar melatih otak anda ataupun sekedar untuk mengingat dan mengetahui beberapa teknik yang sering kita gunakan dalam memberdayakan otak, silahkan klik disini
Posted by serba86
Posted by serba86