Kenali Otak Anda

July 7, 2008

Dalam usaha untuk lebih mengenali potensi yang dimiliki otak manusia, telah banyak penelitian berkaitan dengan otak yang dilakukkan. Beberapa peneliti pun telah mampu untuk mengenali karakteristik dan potensi yang dimiliki oleh organ vital makhluk hidup ini.

Daniel Goleman, pencetus konsep Emotional Intelligence (Kecerdasan Emosional) melakukan pemetaan pada otak manusia. Ia menyimpulkan, manusia punya 2 otak, belahan kiri biasa disebut dengan otak kiri, bagian ini untuk merespon segala sesuatu informasi yang lebih bersifat rasional, logikal, analitik, numerik, linier dan verbal. Pendek kata otak kiri berfungsi sebagai otak pikir yang lebih ke urusan teknis. Yang belahan sebelah kanan disebut dengan otak kanan, bagian ini sarat dengan respon intuitif, holistik, reseptif, eksperimental, subyektif dan non verbal. Gampangnya otak kanan ini berfungsi sebagai otak emosional atau otak yang merasakan.

Tahun 1970, Paul McClean mulai memperkenalkan konsep Triune Theory yang mengacu pada proses evolusi tiga bagian otak manusia. Dalam hipotesisnya, McClean menyatakan bahwa otak manusia terdiri dari tiga bagian penting:
1. Otak Besar (neokorteks), memiliki fungsi utama untuk berbahasa, berfikir, belajar, memecahkan masalah, merencanakan, dan mencipta.
2. Otak Tengah (sistem limbik) berfungsi untuk berinteraksi sosial, emosional, dan ingatan jangka panjang.
3. Otak Kecil (otak reptil) berfungsi untuk bereaksi, naluriah, mengulang, mempertahankan diri dan ritualis.

Degenerasi Otak, Temuan Terbaru
Telah lama diyakini bahwa penurunan kemampuan fungsi otak mulai terjadi pada usia lanjut. Tapi penelitian terbaru menunjukkan, otak manusia sudah mengalami penyustan volume sejak usia 18 tahun.

Penelitian yang dilakukan di Sekolah Tinggi Teknik Rhein-Westfalen-RWTH Aachen menunjukan, mulai usia 18 tahun otak manusia sudah mengalami perubahan, volume otak mulai berkurang pada usia ini. Penelitian terhadap 51 relawan lelaki berusia antara 18 hingga 51 tahun menggunakan peralatan tomografi resonansi magnetik – MRT menunjukan fenomena tsb.

Para ilmuwan memang secara terarah hanya meneliti relawan lelaki. Karena diketahui terdapat perbedaan struktur otak pada lelaki dan perempuan. Pada monitor komputer terlihat citra otak para relawan. Tim peneliti yang dipimpin ahli saraf Prof.Katrin Amunts memiliki sasaran, dengan memilih relawan yang jenis kelaminnya sama, dapat diperbandingkan kondisi otak pada setiap tingkatan umur. Penelitian yang dilakukan Sekolah Tinggi Teknik RWTH Aachen bekerjasama dengan pusat riset ilmu pengetahuan Jülich, berhasil menemukan data terbaru yang menarik.

Dengan itu, para peneliti berhasil menemukan sebuah mata rantai yang masih hilang dalam penelitian otak. Penyebabnya, walaupun sejauh ini sudah banyak pengetahuan mengenai proses degenerasi otak manusia, namun belum diketahui bagaimana perkembangan otak pada remaja yang baru meningkat dewasa.

Untuk sekedar melatih otak anda ataupun sekedar untuk mengingat dan mengetahui beberapa teknik yang sering kita gunakan dalam memberdayakan otak, silahkan klik disini


Mengubah Gen Dengan Cara Mengubah Gaya Hidup?

July 5, 2008

Anda tidak bisa mendapat gen yang berbeda, tapi sikap anda dapat mengubah cara kerja gen anda, lapor Dean Ornish, M.D dan para ahli Universitas Kalifornia (UCSF). Ornish, profesor ilmu pengobatan di USCF dan seorang guru diet yang telah membimbing selama bertahun – tahun mengatakan bahwa dengan meningkatkan kualitas gaya hidup bisa mencegah banyak penyakit kronis atau bahkan sebaliknya.

Ornish bergabung dengan profesor UCSF dan kepala staf urology Peter Caroll, M.D., ahli genetik kanker prostat UCSF Christopher Haqq, MD, PhD dan para ahli lainnya. Tujuan dari studi panduan ini adalah untuk melihat apakah gaya hidup yang Ornish dapat menolong pria 30 tahun yang menderita kanker prostat yang memilih tidak menjalani perawatan kecuali kalau kankernya akan semakin parah.

Terlalu cepat mengatakan perubahan gaya hidup pria dapat menghilangkan kankernya. Tetapi analisis genetik menemukan adanya jaringan yang berbeda pada yang bukan penderita kanker prostat hanya dalam tiga bulan. Lebih dari 500 gen berubah cara kerjanya. Gen yang memberikan efek yang menguntungkan, seperti beberapa gen penghancur tomur menjadi lebih aktif. Gen yang memberikan efek yang merusak seperti beberapa gen pemicu kanker dimatikan.

“Hal ini memang menggugah, perubahan gaya hidup dapat memberikan kekuatan sebanyak kekuatan yang diberikan obat kepada kita sekarang,” kata Haqq dalam konfrensi pers. “Kami para dokter kanker selalu mencari obat yang menyembuhkan penyakit ini. Sangat menyenangkan menemukan fakta bahwa diet dan gaya hidup memberikan efek dan bekerja seperti obat terapi dengan efek samping yang lebih rendah.” Ornish mengatakan penemuan ini memberikan motivasi kepada orang yang berputus asa.

“Oleh sebab itu saya menyebutnya gen kosong,” kata Ornish pada konfrensi pers. “Hal ini menjadi penawar racun. Gen mungkin menjadi kecenderungan kita tetapi bukan takdir kita.” Dimotivasi oleh kanker prostat yang dideritanya, seorang pria dalam penelitian tersebut mengikuti semua cara diet Ornish. Mereka makan makanan rendah kalori, sayuran, semua jenis makanan diet (makanan yang sedikit proses penyulingannya seperti biji – bijian). Mereka berjalan paling sedikit 30 menit dalam enam kali seminggu atau paling sedikit satu atau tiga jam sehari dalam seminggu. Setiap hari mereka malakukan satu jam tehnik senam yoga termasuk perenggangan, pernafasan, meditasi. Sekali seminggu mereka juga berpartisipasi dalam pendukung kelompok sosial meningkatkan keakraban dan hubungan sosial.

Meskipun Ornish merancang sendiri programnya, dia meneliti cara pandang masyarakat. Kebanyakan masyarakat tidak mampu membuat perubahan hanya dalam satu malam. Tetapi Ornish mengatakan sangat memalukan mengalahkan diri sendiri dengan atau tanpa pendekatan. Mengambil satu perubahan dapat membuat perubahan lainnya, jika anda siap untuk melakukan perubahan tersebut.

Tetapi tidak perlu membuat perubahan pada orang yang tidak mengidap penyakit kanker. Mungkin hal yang paling mengejutkan pada penelitian tersebut pria – pria itu tidak mengubah riwayat gennya, tetapi mereka mengubahnya dengan cepat. ”Masyarakat mempertanyakan ‘bagaimana hal itu bisa terjadi?’ tetapi ketika mereka melihat hanya dalam waktu tiga bulan perubahan – perubahan ini membuat banyak perbedaan, mereka berubah pikiran,” kata Ornish. “Sebenarnya ini bukan hanya tentang faktor penurunan atau pencegahan hal yang buruk dari apa yang terjadi. Perubahan ini dapat terjadi begitu cepat, anda tak harus menunggu bertahun – tahun untuk melihat hasilnya.”